Kampung wisata rungkut adalah salah satu kampung bersih yang mandiri, yang sudah dapat mengelola Sumber Daya Alam dari sampah-sampah bekas seperti contohnya saja plastik. Mereka mengelola plastik menjadi barang-barang yang beraneka ragam, seperti tempat pensil, tempat seruling, topi, dan sandal, harganya pun sangat terjangkau, sekitar Rp. 15.000 . Proses dan tahapan pengolahan juga tidak terlalu rumit, pertama kumpulkan sampah plastik yang sudah tersedia didaerah pemukiman warga, kemudian kelompokan plastic-plastik yang masih memiliki bentuk dan gambar yang bagus, setelah itu rendam plastic tersebut dengan byclean sehingga bersih dan bebas dari bakteri dan kuman, lalu keringkan dengan bantuan sinar matahari. Dan setelah itu plastik-plastik tadi yang sudah kering mulai kita bentuk sesuai dengan keingginan kita dengan menjahitnya dengan mesin jahit. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi ibu-ibu rumah tangga yang seharinya menganggur , sehingga dampak positifnya pun sangat banyak, selain warga mendapat menghasilan kecil-kecilan, dan juga warga dapat menambahkan kekompakan antara sesama, merek menjadi semakin dekat dan mereka dapat bersosialisasi satu sama lain dengan lebih baik. Sedangkan dampak negative dari aktivitas tersebut mereka jadi lupa tanggung jawab mereka sebagai ibu rumah tangga, karena hampir seluruh pekerjanya adalah ibu rumah tangga, jadi mereka bisa meninggalkan dan menelantarkan anak-anak mereka akibat kesibukan ini. Memang kelihatannya mudah mengerjakan kegiatan ini, tetapi mereka pun sering mendapatkan hambatan, jangan kalian pikir sampah plastic itu mudah dicari, terkadang mereka sampai kesusahan mencari bahan, akibat tinggi nya jumlah pemesanan dan waktu yang tersedia, tetapi mereka sudah memiliki solusinya, sekarang mereka dapat bekerja lebih cepat dengan bantuan mesih jahit yang diberikan oleh green&clean yang mereka ikuti dulu. Kampung wisata bersih sering memenangkan lomba-lomba yang diadakan pemerintah.
Jadi kesimpulan dari laporan ini adalah kita sebagai orang yang berpendidikan, belajarlah dari rakyat kecil yang selalu mau berjuang dan berusaha mengeluarkan ide kereasi mereka untuk dijadikan kegiatan maupun pekerjaan yang dapat berguna. Meskipun barang yang mereka jadikan bahan itu sangat minim tetapi mereka dapat membuat orang tertarik denga hasil kerja mereka tersebut. Dan juga jangan lupa, jagalah lingkungan kita agar tetap bersih, karena dari lingkungan yang bersih kita dapat menularkan kebiasaan yang baik juga buat orang lain.

JTV yang merupakan singkatan dari Jawa Televisi, JTV adalah stasiun televisi swasta di Kota Surabaya, Jawa Timur. JTV adalah televisi swasta regional pertama di Indonesia. Jangkauan JTV meliputi hampir seluruh provinsi Jawa Timur dan sebagian Jawa Tengah.Stasiun televisi ini dimiliki oleh Jawa Pos Grup, yang juga memiliki surat kabar.Kami pergi ke JTV bersama kelompok kami, saat berada disana kami langsung bertanya dengan salah satu pekerja JTV. pengertian dari reportase adalah kegiatan meliput, mengumpulkan fakta-fakta tentang suatu berita, dari berbagai sumber dan kemudian menuliskannya dalam bentuk berita yang kemudian setelah diringkas bisa kita siarkan kepada masyarakat.
Berita yang sudah di publikasikan biasanya sudah diketahui kebenarannya , dan sebagai manusia yang hidup untuk bersosialisasi kita harus mengetahui informasi terbaru di sekitar kita. Cara pencarian berita dengan mencari informasi dari berita-berita yang sedang terjadi sekarang ini, dan biasanya mereka mengambilnya dari berbagai sumber, dari radio, internet, dan yang lainnya, tetapi biasanya juga mereka bertanya langsung dari narasumber yang bersangkutan. Setelah itu, melakukan konfirmasi untuk mengecek kepastian berita pada tempat kejadian, lalu mengambil beberapa gambar yang bagus. Dalam pencarian berita JTV selalu mengutamakan 5W1H (What, When, Where, Who, Why & How) untuk menuliskan suatu berita dan juga ditambah dengan opini maupun argument orang lain, maupun juga kelengkapan informasi dari narasumber itu sendiri.
Setelah mendokumentasikan berita, masih ada proses lain dengan mendokumentasi berita yang nantinya akan diberikan pada para editor yang akan memotong dan memilah-milah bagian-bagian penting untuk disiarkan dan yang tidak penting. Ini dilakukan juga untuk mengurangi durasi waktu. Dan pada akhirnya berita yang sudah siap akan diberikan pada bagian pemancar untuk ditayangkan ke publik.

